Berita Terkini

HUT Kemerdekaan RI ke-70, Tingkatkan Kebersamaan dan Soliditas SDM

Jakarta, kpu.go.id -Untuk pertama kalinya Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI menggelar Pekan Olah Raha dan Seni (PORSENI), setelah beberapa tahun sebelumnya belum sempat. Dalam peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-70 PORSENI digelar dengan tema “Dengan Semangat HUT Kemerdekaan RI ke-70, Kita Tingkatkan Kebersamaan dan Soliditas SDM di Jajaran KPU Dalam Menyukseskan Penyelenggaraan Pilkada Serentak 9 Desember 2015.”Ketua Panitia Pelaksanan PORSENI kali perdana ini didaulat Kepala Biro SDM KPU Lucky Fernandy Majanto mengemukakan tema PORSENI ini, dalam laporan pembukaan kegiatan, Selasa, (18/8) di Halaman Gedung KPU RI.PORSENI yang pertama kali diselenggarakan KPU RI diikuti oleh para Komisioner KPU RI, para pejabat, fungsional, tenaga ahli, tenaga outsourcing, tenaga pengamanan, dan tenaga pendukung di lingkungan Sekretariat Jenderal KPU RI, serta KPU Provinsi DKI Jakarta.Lucky menjelaskan, dalam kegiatan PORSENI KPU 2015 diisi pertandingan dan perlombaan antar biro atau unit kerja Eselon 2. Untuk pembagian kontingen, para Komisioner dan Sekretaris Jenderal bergabung ke dalam kontingen sesuai dengan divisi yang mereka mampu.“Pak Husni Kamil Manik ke Biro Keuangan, Bu Ida Budhiati Biro Hukum, Pak Sigit Pamungkas Biro SDM, Pak Arief Budiman Biro Logistik, Pak Hadar Nafis Gumay Biro Teknis dan Hupmas, Pak Ferry Kurnia Riskiyansyah Biro Perencanaan dan data, Pak Juri Ardiantoro Biro Umum, dan Pak Arif Rahman Hakim ke Inspektorat,” rinci Lucky saat memberikan laporan.PORSENI KPU RI tahun 2015, lanjut Lucky, diselenggarakan selama satu bulan penuh, dimulai setelah pembukaan, Selasa (18/8) dan berakhir Jumat (18/9) bersamaan dengan pembagian piala serta penentuan juara umum. Dalam penutupan kegiatan, akan digelar final perlombaan krativitas seni dan karaoke. Sepuluh cabang yang dipertandingkan atau dilombakan adalah badminton, tenis meja, futsal, senam, catur, gaple, karaoke, paduan suara, kreatiuvitas seni, serta terakhir penataan dan kebersihan ruang kerja. (wwn/red.FOTO KPU/dosen/Hupmas)

Porseni Dukung Sportifitas, Persatuan, dan Produktifitas Kerja KPU

Jakarta, kpu.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk pertama kali menggelar Pekan Olah Raga dan Seni (PORSENI) dalam rangka memeriahkan Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-70 di tahun 2015. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung sportifitas dan persatuan di lingkungan KPU, serta mendukung produktifitas kerja KPU ke depan. Pelaksanaan kegiatan PORSENI diharapkan dapat dimanfaatkan untuk saling menyapa, bersilaturahmi, dan bekerjasama antar pegawai di Sekretariat Jenderal KPU RI. Kerjasama ini terutama dalam hal koordinasi antar biro-biro di KPU, sehingga kegiatan ini akan bermanfaat juga pada kinerja KPU. Hal tersebut disampaikan Ketua KPU RI Husni Kamil Manik dalam sambutan pembukaan PORSENI, Selasa, (18/8) di halaman kantor KPU RI. “Saya melihat banyak potensi di lingkungan KPU ini, kita berharap potensi untuk pertandingan ini juga sama dalam potensi kita dalam bekerja. Apapun kegiatan kita di KPU, mari bersama-sama saling solidaritas, memberi support, dan motivasi,” ujar Husni yang didampingi oleh jajaran Komisioner KPU RI lainnya dan Sekjen KPU RI.PORSENI ini diikuti oleh seluruh pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal KPU RI yang terbagi dalam delapan tim biro, yaitu Biro Sumber Daya Manusia, Biro Perencanaan dan Datin, Biro Teknis dan Hupmas, Biro Logistik, Biro Umum, Biro Keuangan, Biro Hukum, dan Inspektorat. Para peserta PORSENI tersebut juga menampilkan defile dan yel-yel dari masing-masing tim biro dalam upacara pembukaan PORSENI. Husni juga mengucapkan selamat bertanding bagi para peserta PORSENI, dan tetap menjaga sportifitas dalam pertandingan. Husni juga menegaskan bahwa siapapun yang menang dalam PORSENI, itu juga bagian dari KPU, karena kegiatan ini bukan mengejar juaranya, tetapi mengejar jiwa juara. Hal tersebut yang jauh lebih penting, menurut Husni, untuk selalu tidak mudah putus asa, dan terus berusaha untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Menandai pembukaan PORSENI ini, Ketua KPU RI melakukan pemukulan gong sembilan kali, sebagai tanda bahwa pada tanggal 9 Desember 2015 nanti akan digelar Pilkada serentak. Selanjutnya, Ketua dan Anggota KPU RI juga melakukan tendangan bola Futsal pertama ke arah gawang yang dijaga oleh Sekretaris Jenderal KPU RI Arif Rahman Hakim. (Arf/red.FOTO KPU/dosen/Hupmas)

Ketua KPU, Patriotisme Proklamasi Memotivasi Suksesnya Pilkada 2015

Jakarta, kpu.go.id- Pada Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-70 tahun 2015 pemerintah mencanangkan tema “Gerakan Nasional Ayo Kerja pada 70 Tahun Indonesia Merdeka”. Hal ini dijabarkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI untuk mencapai tujuan tema nasional itu dengan menetapkan sub tema “Patriotisme Proklamasi 17 Agustus 1945 menjadi motivasi untuk menyukseskan tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota (Pilkada-red) serentak, pada tanggal 9 Desember 2015, menuju Indonesia yang lebih baik”. Tema peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-70 di lingkungan KPU itu disampaikan Ketua KPU RI, Husni Kamil Manik saat menjadi inspektur upacara di halaman Gedung KPU, Senin (17/8). Upacara diikuti oleh Ketua dan para Anggota KPU, Sekretaris Jenderal, seluruh Pejabat dan para Fungsional di Sekretariat Jenderal (Setjen) KPU. Ketua KPU lebih lanjut mengingatkan dan merinci kegiatan Pilkada serentak yang secara berturut-turut akan digelar tahap pertama Desember 2015, kedua Februari 2017, ketiga Juni 2018. Kemudian hasil pemilihan tahun 2015 digelar tahun 2020, hasil pemilihan tahun 2017 digelar tahun 2022, hasil pemilihan tahnun 2018 digelar tahun 2023, serta serentak seluruh provinsi dan kabupaten/kota pada tahun 2027. “Dalam kesempatan ini, perkenankan saya mengingatkan bahwa pilkada tahun 2015 merupakan pilkada serentak terbesar, ini merupakan sejarah dan tantangan. Pilkada tahun 2015 dilakukan untuk memilih 9 gubernur dan wakil gubernur, 224 bupati dan wakil bupati, serta 36 walikota dan wakil walikota,” urai Husni saat memberi amanat upacara. Pemilu legislatif dan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden tahun 2014, jelas Husni, membawa KPR RI dianugerahi Tanda Kehormatan Bintang Penegak Demokrasi Utama, ini baru pertama kali diberikan untuk bidang demokrasi. Penghargaan ini wujud apresiasi terhadap kinerja Penyelenggaran Pemilu (KPU-red). “Pencapaian ini tentunya merupakan hasil kerja kita semua, mulai dari Anggota KPU RI, KPU Provinsi, KPU Kabupaten/Kota, Setjen KPU RI, Sekretariat KPU Provinsi, dan Sekretariat KPU Kabupaten/Kota, hingga para penyelenggara pemilu ad hoc (red-PPK, PPS, dan KPPS) di seluruh Indonesia dan luar negeri,” ungkap Husni dengan penuh berkaca-kaca, karena rasa bangganya. Beberapa survey yang dilakukan lembaga survey independen dan nirlaba, menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat menilai positif terhadap penyelenggaraan Pemilu 2014. Baru-baru ini pun BPS melakukan penelitian terhadap Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) mencapai nilai 73, 04 dari skala 0 s/d 100. Nilai itu melampaui target RPJMN 2010-2014 yang dipatok 73,00, yang juga merupakan capaian tertinggi selama enam tahun (2009-2014, red) penghitungan IDI. Kenaikan nilai dipengaruhi naiknya tingkat kebebasan sipil, yang dipengaruhi oleh indikator Pemilu 2014, yakni hak memilih dan dipilih, fasilitas pemilih penyandang cacat, dan kualitas daftar pemilih tetap. Upacara yang dimulai pukul 07.30 WIB juga diisi dengan pemberian penghargaan dari negara kepada beberapa Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang secara rutin diberikan setiap peringatan HUT RI berupa Satyalancana Karya Satya atas pengabdian, kesetiaan, dan jasa PNS, ada yang 10, 20, dan 30 tahun selama bertugas sebagai PNS. Selain penghargaan dari negara, beberapa pegawai juga menerima penghargaan dari KPU RI. Sama halnya seperti penghargaan Satyalancana Karya Satya, penghargaan yang diberikan KPU juga sebagai penghargaan atas pengabdian, kesetiaan dan jasa pegawai dalam melaksanakan kegiatan penyelenggaraan pemilu. Penghargaan ini diharapkan akan lebih memotivasi para pegawai yang lain untuk berpacu mengukir prestasi dalam mengejawantahkan demokratisasi di Indonesia sebagai penyelenggara pemilu. Di akhir amanatnya, Husni menyemangati seluruh jajaran KPU, dengan modal keberhasilan Pemilu tahun 2014, kepercayaan publik dan hasil indeks demokrasi, maka KPU dengan seluruh jajarannya akan mampu menyelesaikan dan menyukseskan Pilkada tahun 2015. “Selamat merayakan HUT Kemerdekaan RI ke 70, jayalah negeriku, jayalah bangsaku, dan jayalah demokrasiku,” tutup Husni dalam amanat upacaranya. (wwn.FOTO KPU/dosen/Hupmas)

KPU Terima Audiensi Mitra TAF, Bahas ICE

Jakarta,kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Jumat (14/8), menerima  perwakilan dari Perkumpulan untuk Demokrasi (Perludem), Indonesia Parlementry Center (IPC), serta Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN) yang merupakan lembaga-lembaga mitra The Asia Foundation (TAF), untuk melakukan diskusi terkait program Innovating in Civic Engagement (ICE) yang bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas yang lebih baik terhadap data dan informasi yang akurat, Dalam diskusi yang dilangsungkan di Ruang Rapat Lantai I KPU tersebut, pihak IPC mengapresiasi perubahan paradigma mengenai keterbukaan informasi yang sudah ada di KPU.“Dengan adanya peraturan KPU (PKPU) Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pengelolaan dan Pelayanan Informasi Publik di Lingkungan Komisi Pemilihan Umum, menjadi bukti perubahan paradigma mengenai keterbukaan informasi publik di KPU menjadi lebih baik,” ujar Arbain perwakilan dari IPC. Komisioner KPU, Ferry Kurnia Rizkyansyah yang hadir dalam diskusi tersebut menyambut baik dan berterimakasih atas apresiasi yang diberikan kepada KPU.“Terima kasih atas segala apresiasi yang diberikan teman-teman semua, saya fikir penyelenggaraan pemilu yang berkualitas adalah kerja kolektif, bukan hanya kerja penyelenggara tapi juga kerja masyarakat sipil yang memberikan kontribusi,” ujar Ferry.Selain mengucapkan terima kasih, Ferry berharap dengan apresiasi maupun kritik yang diberikan kepada KPU dapat membuat KPU  keluar dari birokrasi yang panjang serta tidak efektif.“Saya berharap, KPU bisa keluar dari lingkaran birokrasi yang biasa itu merupakan suatu kemajuan bagi KPU, dan imbasnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tutur Ferry.Terkait dengan kerjasama yang selama ini telah dilakukan oleh mitra-mitra kerja KPU, Ferry menginginkan, agar di masa yang akan datang KPU bisa menjadi bahan rujukan mengenai data dan informasi seluruh aktivitas penyelenggaraan pemilu.“Bagi saya kado terindah yang akan disuguhkan kepada KPU sebagai institusi penyelenggara pemilu adalah bagaimana KPU bisa menjadi kiblat data dan informasi  seluruh aktivitas penyelenggara pemilu,” katanya.    

Presiden RI : Demokrasi Indonesia Menjadi Contoh Gemilang di Dunia.

Jakarta, kpu.go.id– Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Husni Kamil Manik menghadiri sidang Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPD) Republik Indonesia di Gedung Nusantara Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).Sidang paripurna sekaligus mendengarkan pidato kenegaraan Presiden RI, Joko Widodo dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke–70. Pada sidang tersebut Presiden  RI, menyampaikan pidato kenegaraan pertamanya, saat memberikan sambutan presiden menyinggung soal kenaikan indeks demokrasi di Indonesia.“Dalam hal berdemokrasi kita (Republik Indonesia-red) telah menjadi contoh gemilang di dunia, dibandingkan dari tahun-tahun sebelumnya, indeks demokrasi kita naik dari 63,72% menjadi 73,04%,” ungkap Presiden yang lebih akrab dipanggil Pak Jokowi, yang disambut tepuk tangan para peserta sidang.Ditambahkan beliau bahwa Indonesia saat ini memiliki banyak pemilih muda yang kritis dalam mengawasi jalannya pemerintahan yang ada. Pada akhir pidatonya Presiden Joko Widodo menekankan kepada seluruh peserta sidang untuk melakukan gerakan nasional revolusi mental.(dam/red.FOTO KPU/dosen/Hupmas)