Berita Terkini

Lantik Timsel Tahap IV, Arief: Cari Calon yang Serius Sebagai Penyelenggara

Jakarta, kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum (KPU), resmi melantik 37 tim seleksi (timsel) yang akan bertugas menyeleksi calon anggota KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota periode 2018-2023, Kamis (3/5) di Harris Vertu Jakarta. Tiga timsel berhalangan hadir dan baru akan mengikuti proses pelantikan pada kesempatan selanjutnya. Pelantikan berdasarkan Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Nomor 314/PP.06-Kpt/05/KPU/2018 tanggal 20 April 2018 Tentang Penetapan Keanggotaan Tim Seleksi Calon Anggota Komisi Pemilihan Umum  Provinsi dan Calon Anggota Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota periode 2018-2023. Serta Berita Acara Pleno Komiisi Pemilihan Umum Nomor 61/PP.06-BA/05/KPU/IV/2018 tanggal 20 April 2018 tentang Penetapan Keanggotaan Tim Seleksi Calon Anggota  Komisi Pemilihan Umum Provinsi dan Calon Anggota Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota periode 2018-2023. Dalam sambutannya Ketua KPU Arief Budiman menyampaikan terimakasih atas kesediaan para tokoh yang akan ikut menentukan calon-calon penyelenggara pemilu lima tahun mendatang. Dia berharap timsel dapat memilih orang-orang yang tidak hanya cakap dalam integritas tapi juga bersedia bekerja penuh sebagai penyelenggara pemilu. "Mengapa, karena mereka direkrut sebagai penyelenggara pemilu pada saat tahapan sedang berjalan," kata Arief. Arief mengingatkan, bahwa saat ini tidak ada lagi waktu bagi anggota KPU yang terpilih nanti untuk belajar tentang kepemiluan. Mengingat dalam dua tahun ini kerja penyelenggara yang disibukkan dengan agenda pemilihan dan pemilu. "Mereka orang-orang yang tidak punya waktu untuk belajar, maka jangan pilih orang yang mau belajar sebagai penyelenggara pemilu," lanjut Arief. Arief menambahkan, KPU sangat menggantungkan harapan timsel dapat merekomendasikan calon yang terbaik. Mengingat saat ini diwajibkan untuk melakukan fit and proper tidak hanya kepada calon anggota KPU di kab/kota tapi juga provinsi. "Jadi kami sangat berharap bapak/ibu bisa memilih yang terbaik yang punya integritas. Kami tidak bisa bekerja sendirian, Indonesia yang besar hanya bisa diatasi oleh orang-orang terbaik melalui proses terbaik. Jadi harapan Indonesia digantungkan pada proses ini," tambah Arief. Berikut keanggotaan tim seleksi  Calon Anggota Komisi Pemilihan Umum  Provinsi dan Calon Anggota Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota periode 2018-2023:Provinsi Bengkulu tim seleksi 1 untuk KPU Kabupaten Kaur.Arsyadani Mishbahauddin, M.Pd.I.Hendri Padmi, S.H. M.H.Heni Fartika Fartianti, S.E.Sa’adah Mardiyati, A.Ag. M.A.Sapuan Dani, S.H., M.HumProvinsi Kalimantan Tengahtim seleksi 1 untuk KPU Kabupaten Murung Raya, KPU Kabupaten Pulang Pisau, KPU Kabupaten kantingan, KPU Kabupaten Seruyan, KPU Kabuapten Sukamara, KPU Kabupaten Lamandau dan KPU Kabupaten Barito Timur.Esti Ariani Safitri, M.PsiHendri, M.PdDr. Rita Rahmaniati., M.PdSrihidayati, M.A.Dr. Hj. Zainap hartati, M.AgProvinsi Sumatera Utaratim seleksi untuk KPU Provinsi Sumatera Utara.Dr. Edy Ikhsan, S.H., M.A.Prof. Dr. Hasyimsyah NasutionProf. Dr. H. Katimin, M.AgMaya manurung, S.H., SpN.Dr. Muryanto Amin, S.Sos, M.SiProvinsi Jawa Barattim seleksi untuk KPU Provinsi Jawa Barat.Dr. Akmaliah, M.Ag.Dr. Anas SaidiProf. Dr. H. Cecep SumarnaMuradi, SS., M.Si., M.Sc., PhDProf. Dr. H. Nandang Alamsah Deliarnoor, S.H., M.HumProvinsi D.I. Yogyakartatim seleksi untuk KPU Provinsi D.I. Yogyakarta.Asep Purnama Bahtiar, S.Ag., M.SiH. Jazilus Sakhok, M.A., Ph.D.Dr. Norma Sari, SH., M.Hum.Dr. Phil. Ridho Al-Hamdi, M.A.Dr. Y.Sari Murti Widiastuti, S.H., M.Hum.Provinsi Jawa Tengahtim seleksi untuk KPU Provinsi Jawa Tengah.Amir Machmud NS, S.H.,M.H.Dra. Fitriyah, M.A.Dr. Drs. TukimanTarunasayoga, M.S.Drs. Turtiantoro, M.Si.Syamsurijal, S.Ag, M.Si.Provinsi Sulawesi Selatantim seleksi 1 untuk KPU Kabupaten Sinjai, KPU Kota Palopo dan KPU Kabupaten Bantaeng.A. LukmanIrwan, S.IP., M.H.Fajlurrahman Jurdi, S.H., M.H.Dr. Musran Munizu, S.E., M.Si.Silahuddin Genda, S.IP., M.Si.Syamsurijal, S.Ag., M.Si.Provinsi Balitim seleksi untuk KPU Provinsi BaliDrs. IGD Alit Widusaka, M.SiI Gusti  PutuWargita, S.H.Dr. I Ketut Sukawati Lanang Putra Perbawa, S.H., M.Hum.Dr. LuhRiniti Rahayu, M.Si.Ni Nengah Budawati, S.H., M.H.Selanjutnya tim seleksi akan mulai melaksankan proses tahapan seleksi Calon Anggota Komisi Pemilihan Umum Provinsi  terhitung bulan April sampai dengan Juli 2018 dan Calon Anggota Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota terhitung bulan April sampai dengan Juni 2018. (hupmas kpu/dosen-dianR/foto: dosen/ed diR) 

Tata Kelola Logistik Jaga Kedaulatan Rakyat

Jakarta, kpu.go.id – Tata kelola logistik pemilu menjadi sangat penting dalam menjaga kedaulatan rakyat. Sebab didalam logistik tersimpan kepercayaan masyarakat yang akan memberikan hak pilihnya melalui surat suara dan formulir.KPU mempunyai kewajiban memproduksi, mendistribusikan, dan menyimpan logistik pemilu dengan baik, terutama logistik pemungutan suara. Apabila KPU tidak mengelolanya dengan baik, akan menimbulkan masalah dikemudian hari.Ketua KPU RI Arief Budiman menegaskan hal tersebut dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Sosialisasi Pemeliharaan dan Inventarisasi Logistik terkait Tata Kelola Manajemen Gudang Logistik Pemilu/Pemilihan Gelombang III, di Jakarta Rabu (2/5/2018) malam.“Logistik pemilu memiliki makna kandungan substansi yang luar biasa untuk mengkonversi surat suara pemilih menjadi kursi yang diduduki oleh pemimpin dan wakil rakyat. Untuk itu, kedaulatan rakyat sebagian ada di tangan kita dengan kewajiban mengelola dan menjaga dengan baik,” tutur Arief di depan peserta bimtek gelombang III dari 9 KPU Provinsi dan 174 KPU kabupaten/Kota.Arief juga menekankan pentingnya ketelitian atas warna identitas partai politik (parpol) yang harus sesuai, kertas surat suara yang selalu dalam kondisi baik (tidak robek, berlubang), distribusi yang tidak salah alamat dan jumlah tepat, serta kemudian setelah pemungutan suara selesai dikembalikan untuk disimpan dengan baik.“Hati-hati juga dengan sewa gudang logistik, jangan sampai terjadi lagi seperti di salah satu daerah di Papua. Harga sewa yang mahal, sehingga KPU kesulitan dan telat membayarnya, saat dibuka isi gudang sudah hilang, dijual oleh pemiliknya. Ini penting, karena logistik pemilu yang belum waktunya dimusnahkan, apabila hilang bisa kena pidana,” jelas Arief yang juga sempat membidangi divisi logistik. (hupmas kpu/arif/foto JAP27/ed diR)

RPP Nasional Linear dengan Target Partisipasi Pemilih Pemula

Yogyakarta, kpu.go.id – Berdirinya Rumah Pintar Pemilu (RPP) Nasional sejalan dengan upaya meningkatkan partisipasi pemilih pemula di Indonesia. Menurut Ketua Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU), Arief Budiman melalui RPP Nasional diharapkan minat pemilih pemula tentang dunia kepemiluan bisa meningkat.Sebab menurut dia  pemilih pemula adalah bagian penting dalam suksesnya proses demokrasi, di mana dalam beberapa tahun ke depan mereka lah yang menentukan jalannya pesta demokrasi itu sendiri.“Sebetulnya di tempat ini kami fokus kepada pemilih pemula, kenapa itu penting, karena kalau pemilih pemula paham pentingnya pemilu maka lima tahun mendatang mereka bisa jadi agen tersendiri buat kita, agen sosialisasi, agen pemberi informasi kepada masyarakat,” ungkap Arief usai peresmian RPP nasional, di Gedung Kotak Lantai 2, Taman Pintar, Yogyakarta, Rabu (2/5/2018).Menurut Arief apabila pemilih pemula tidak mendapat perhatian serius maka pemilu ke depan bisa saja gagal dikarenakan kurangnya minat pemilih dalam menggunakan hak suaranya. "Pemilu lima tahun mendatang bisa gagal karena pemilih pemulanya tidak tertarik, tidak peduli kepada pemilu, jadi keberhasilan hari ini adalah keberhasilan untuk lima tahun yang akan datang," tegasnya.Kendati demikian, penerima Penghargaan Tokoh Nasional Berprestasi dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) itu yakin melalui RPP yang dibangun di Taman Pintar ini dapat menarik kunjungan pemilih pemula. Apalagi lokasinya yang menyatu dengan zona-zona lain yang dikhususkan untuk anak dan remaja. (hupmas kpu/Bil/Foto: Ieam/ed diR)

RPP Nasional Ajak Pengunjung Rasakan Proses Pemilu

Yogyakarta, kpu.go.id - Rumah Pintar Pemilu (RPP) nasional kini hadir di Gedung Kotak Lantai 2, Taman Pintar, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu (2/5/2018). Melalui Zona Demokrasi dan Pemilu ini, masyarakat dapat menggali lebih jauh tentang proses demokrasi dan kepemiluan secara lengkap dan merasakan langsung suasana dari proses yang hanya dilakukan lima tahun sekali.Di RPP nasional DIY sendiri ada 4 ruangan yang bisa dikunjungi, mulai dari Ruang Tunggu, Audio Visual, Simulasi dan Pameran. Disetiap ruangan memuat informasi yang berbeda, seperti Ruang Tunggu, masyarakat dapat mengetahui tata cara pemungutan suara, proses pemilu dan peta 498 TPSLN yang tersebar di 130 negara.Di Ruang Audio Visual terdapat LED 65 inch yang rutin menayangkan film serta animasi yang memuat informasi kepemiluan. Termasuk jingle baru Pemilu 2019 berjudul 'Pemilih Berdaulat Negara Indonesia Kuat' yang dinyanyikan eks vokalis Band Cokelat, Kikan.Sementara di Ruang Simulasi pengunjung yang hobi selfie atau foto-foto disediakan contoh Tempat Pemungutan Suara (TPS) beserta miniatur Petugas TPS yang cocok dijadikan latar untuk berfoto. Ada pula mimbar yang serupa dengan yang digunakan Presiden RI saat menggelar konferensi pers.Terakhir, di Ruang Pameran, pengunjung disuguhi dengan berbagai contoh perlengkapan yang digunakan penyelenggara pemilu saat bertugas menyelenggarakan pesta demokrasi, mulai dari hologram, tinta hingga model surat suara. (hupmas kpu/bili/foto:ieam/ed diR)

RPP Makin Dekatkan KPU Dengan Masyarakat

Yogyakarta, kpu.go.id - Rumah Pintar Pemilu (RPP) Nasional kini hadir di Zona Demokrasi dan Pemilu, Taman Pintar, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pendirian RPP Nasional diluar Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) ini jadi yang pertama, setelah sebelumnya RPP selalu dibangun di kantor-kantor milik KPU.Total sejak dimulai dua tahun lalu, sudah berdiri 514 RPP KPU kabupaten/kota serta 34 RPP KPU tingkat provinsi. “Mudah-mudahan perjalanan RPP (apalagi di Yogyakarta satu-satunya yang dibangun tidak di kantor KPU), ini makin mendekatkan KPU dengan masyarakat,” ucap Ketua KPU Arief Budiman, Rabu (2/5/2018).Arief juga berharap dengan akan terus bertambahnya jumlah RPP nasional diberbagai wilayah di Indonesia bisa semakin mencerdaskan masyarakat tentang kepemiluan dan kedepan dapat menjalin kerjasama yang baik dengan pihak swasta.“RPP itu jangan sampai jadi museum, begitu didirikan dia diam saja. RPP harus jadi ruang yang terus bergerak karena dia menjalankan dua fungsi, pertama sebagai satu ruangan yang isinya terus aktif dan orang-orang dapat datang, belajar secara mandiri pemilu demokrasi, kedua RPP jadi ruang yang terus bergerak keluar, jadi dia bisa sebarkan info ke luar baik melalui alat atau orang,” lanjut Arief.Hadir dalam peresmian RPP nasional, Komisioner KPU, Wahyu Setiawan, Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti, Anggota DKPP Teguh Prasetyo, Ketua KPU Provinsi DIY Hamdan Kurniawan, Ketua KPU Kota Yogyakarta Wawan Budiyanto, Lembaga Swadaya Masyarakat,Kelompok Peduli Disabilitas serta siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Yogyakarta. (hupmas kpu/bili/foto:ieam/ed diR)

Praktek Situng Perdalam Materi Peserta Bimtek

Tangerang, kpu.go.id - Hari kedua pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Informasi Penghitungan (Situng) Gelombang III, Selasa (1/5/2018) 280 peserta menjalani sesi praktek mengoperasikan Situng Rekap. Didepan monitor laptopnya masing-masing, para operator didampingi komisioner yang membidangi divisi teknis daerah tekun mengikuti instruksi yang disampaikan para fasilitator. Dari pantauan yang dilakukan disejumlah kelas, hanya sedikit peserta yang mengajukan pertanyaan selama praktek berlangsung. Kalaupun ada, lebih banyak pada kegagalan peserta pada saat proses unduh atau gagal masuk ke sistem (log in). Pada pemaparan di Ruang Kelas C (zamrud), salah seorang fasilitator menjelaskan kepada para peserta tentang alamat website yang digunakan selama bimtek Situng ujicoba bersifat sementara atau akan berbeda dengan alamat yang akan digunakan para operator saat mulai mengoperasikan situng nanti. "Ini masih ujicoba menggunakan website ujicoba, kalau sudah nanti menggunakan website situng," kata dia. Pada kesempatan yang sama dijelaskan juga tata cara setelah berhasil masuk ke sistem yakni mengunduh file DA dan DB. Sebagai informasi, Bimtek Situng Gelombang III berakhir hari ini sekaligus menuntaskan rangkaian tiga gelombang bimtek yang telah dilakukan sejak 26 April 2018 silam. Situng sendiri baru benar-benar akan digunakan usai pemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 27 Juni 2018 mendatang. Mekanisme Situng, ketika hasil penghitungan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) segera dikirimkan ke sistem untuk dilakukan rekapitulasi. Meski demikian Situng bersifat sebagai alat bantu pengawasan, sementara hasil penghitungan sesungguhnya dilakukan secara berjenjang. (hupmas kpu/dianR/foto: Qk/ed diR)