Jakarta, kpu.go.id - Penyelenggaraan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Kelompok Perempuan Komisi Pemilihan Umum (KPU) 2018 berlangsung semarak dan meriah. Sebanyak 13 tim dari sejumlah wilayah hadir untuk menguji pengetahuannya mengenai kepemiluan yang ada di Indonesia. Bersama para pendukungnya, mereka terus meneriakkan yel-yel membuat suasana semakin meriah.Dari 15 peserta yang mendaftar, dua peserta berhalangan hadir, 13 tim lainnya kemudian dibagi ke dalam tiga babak penyisihan, satu pemenang di tiap babaknya melaju ke babak final untuk kemudian memperebutkan juara 1,2 dan 3. Di babak penyisihan sendiri tiap tim yang terdiri dari tiga orang peserta diminta untuk menjawab lima soal wajib, dilanjutkan dengan pertanyaan rebutan.Ke-13 tim yang hadir, beberapa di antaranya, Ibu dari Komplek PKK Kemendagri Karang Mulya, Putri Timur Ps Rebo, JP Super Team Kemayoran, PKK Kota Bogor (2 tim), Perempuan Demokrasi, Ladies First, Aster Cipayung, Klub Literasi Besuki, Klub Kuliner Menteng, Mega Women Jl Cilacap Menteng, Wonder Women Tebet.Ketua KPU Arief Budiman terkejut dengan kemeriahan yang ditunjukkan peserta maupun pendukung LCC 2018. Dalam sambutannya dia berterimakasih atas partisipasi masyarakat ikut dalam kegiatan ini sekaligus mengajak agar yang hadir dapat menikmati acara dan menggali banyak manfaat dari kegiatan yang mengupas tentang ilmu tentang kepemiluan, sejarah pemilu serta orang-orang yang terlibat didalamnya. “Saya berharap semua informasi yang didapat dari ruang ini setelah pulang disebarkan kepada suaminya, kepada pacarnya, kepada semuanya, keluarganya, tetangga saudaranya,” ujar Arief di Ruang Sidang Utama KPU Rabu (15/8/2018).Arief optimis melalui pesan yang didapat selama LCC dilanjutkan dengan disampaikan kembali secara berantai kepada orang disekitar, pemahaman masyarakat tentang pemilu akan semakin dalam. Dia juga berharap agar LCC bisa memberi kontribusi pada peningkatan kualitas demokrasi di Indonesia. “Mudah-mudahan acara kita hari ini mendapat ridha dari Allah SWT, dan membuat demokrasi di Indonesia semakin baik,” kata Arief.Sebelumnya, Kepala Biro Teknis dan Hupmas KPU, Nur Syarifah menjelaskan latar belakang diikutsertakannya perempuan dalam kegiatan LCC 2018. Tidak lain karena perempuan menurut dia adalah agen sosialisasi, sosok penting dikeluarga dan masyarakat, khususnya dalam menangkal informasi bohong (hoax). “Terlebih sebentar lagi kita akan memasuki masa kampanye, saya berharap perempuan dapat menjadi penyaring informasi hoax ini,” kata perempuan yang akrab disapa Inung ini.Perempuan menurut Inung juga jadi sosok penting dalam menanamkan nilai jujur, adil dan berintegritas dikeluarga maupun masyarakat. “Semoga harapan kita semua, perempuan jadi insan penegak demokrasi yang jujur, adil dan berintegritas,” tutup Inung. (hupmas kpu ieam-dianR/foto: dianR/ed diR)