Berita Terkini

Pemilih Tidak Hanya Perlu Tahu, Tapi Juga Perlu Mau

Blitar, kpu.go.id – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Husni Kamil Manik menyampaikan bahwa ada banyak aspek yang perlu dilakukan untuk memaksimalkan angka partisipasi masyarakat dalam pemilu. Dalam Acara Sosialisasi Peraturan KPU Nomor 14 Tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan/atau Walikota dan Wakil Walikota Dengan Satu Pasangan Calon, Rabu, (4/11) di Kabupaten Blitar, Husni mengatakan akan menggerakan seluruh potensi yang ada disemua tingkatan untuk membuat pemilih datang ke TPS.“Untuk masyarakat mau datang ke TPS (Tempat Pemungutan Suara), pemilih bukan hanya perlu tahu, tapi juga perlu mau,” terang Husni. Husni menjelaskan bahwa KPU bekerja keras melakukan sosialisasi, pendidikan pemilih, serta menginformasikan segala aspek tentang pilkada. Upaya berujung kepada masyarakat yang tahu tentang informasi kepemiluan. Namun pengetahuan tersebut tidak menjamin pemilih datang ke TPS. Untuk membuat masyarakat mau ikut datang ke TPS, masyarakat perlu daya pikat dan motivasi untuk mau datang ke TPS.“Disinilah tugas utama dan tugas dominan dari pasangan calon dan tim (tim kampanye) untuk meyakinkan pemilih bahwa merekalah yang pantas dipilih,” papar Husni.Sosialiasi yang dihadiri oleh seluruh lapisan masyarakat mulai dari unsur pimpinan daerah, perwakilan organisasi masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan dan tokoh kepemudaan tersebut dilakukan untuk memberi tahu kepada masyarakat bahwa di Tiga kabupaten (Blitar, Timor Tengah Utara, dan Tasikmalaya) yang hanya terdapat satu pasangan calon, pilkada akan tetap akan pada Tahun 2015.Pada kesempatan yang sama, ketua KPU juga menjelaskan beberapa perbedaan dalam penyelenggaraan pilkada di daerah dengan pasangan calon tunggal dan daerah yang memiliki dua atau lebih pasangan calon. Husni menjelaskan hal utama yang berbeda ialah desain surat suara, cara menghitung suara sah, cara menetapkan calon terpilih, dan konsekuensi dari hasil penetapan calon terpilih.“Apabila yang lebih banyak pilihan dari pemilih itu adalah tidak setuju, maka akan dilakukan proses pengulangan pemilihan pada tahun 2017” tutup Husni. (ftq/red. FOTO KPU/rap/Hupmas)

Sosislisasi BPJS Di KPU Bagi Pegawai Non PNS

Jakarta, kpu.go.id -Sebanyak 99 pegawai non Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menghadiri sosialisasi kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan, yang diselenggarakan Rabu (4/11) di Ruang Rapat Utama Lantai II Jalan Imam Bonjol Jakarta.Nampak hadir sebagai moderator Kepala Biro SDM KPU Lucky Firnandy yang didampingi oleh Kepala Biro Umum KPU, Emma Nurochma, serta narasumber dari BPJS Tri Mayudi, SKM dan Dwi Kurnia, SE. (dosen)

Surat Edaran Nomor 739/KPU/XI/2015 perihal Kebutuhan dan penggunaan perlengkapan pemungutan, penghitungan suara di TPS dan rekapitulasi hasil penghitungan suara di kecamatan pada pilkada sere

Jakarta,kpu.go.id-Surat Edaran Nomor 739/KPU/XI/2015 perihal Kebutuhan dan penggunaan perlengkapan pemungutan, penghitungan suara di TPS dan rekapitulasi hasil penghitungan suara di kecamatan pada pilkada serentak tahun 2015.Guna memastikan kesiapan pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara serta rekapitulasi hasil penghitungan suara pada pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah serentak pada tahun 2015, disampaikan sebagai berikut:  klik disini

Presiden RI Optimis Dengan Keberhasilan Pilkada 2015

Jakarta, kpu.go.id – Paska menggelar pertemuan dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo merasa optimis terkait perkembangan penyelenggaraan tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2015, Selasa (3/11).Hal itu dikatakan oleh Ketua KPU RI, Husni Kamil Manik usai pertemuannya dengan Presiden RI di media center Istana Merdeka, Jakarta.“Presiden optimis karena dianggap semua sudah jalan, dan semua sudah sesuai dengan jadwal,” kata Husni saat memberikan keterangan pers.Terkait proses distribusi logistik pilkada yang akan dilakukan saat musim penghujan dan kondisi kabut asap dibeberapa daerah, Husni mengatakan hal itu telah diantisipasi.“Di Indonesia hujan relatif merata, jadi semuanya harus diantisipasi. Untuk asap sendiri, sampai sekarang sudah kelihatan, jadi kita (KPU) lebih optimis tentang masalah distribusi,” sambungnya.Menurut Husni dinamika pilkada di daerah dalam beberapa pekan kedepan akan berubah lebih meriah. Karena saat itu telah memasuki tahapan kampanye di media massa.“Dua pekan lagi sudah mulai proses kampanye di media massa, semua media digunakan. Begitu juga di lapangan karena rapat umum sudah boleh dilakukan, jadi nanti akan kelihatan kemeriahaannya,” tutur Husni.Mengenai kegiatan sosialisasi, Husni mengatakan bahwa pemerintah akan turut membantu KPU dalam melakukan sosialisasi dan himbauan melalui spanduk dan baliho untuk berhasilnya gelaran Pilkada serentak 2015.“Dari pemerintah juga akan ada himbauan untuk ikut memilih, dalam bentuk spanduk, baliho, ada juga gerakan anti money politic, netralitas ASN (Aparatur Sipil Negara) dalam pilkada, dan tema lain yang mendukung kesuksesan pilkada,” kata Dia. (ris/red. /FOTO KPU/dosen/Hupmas)

Mahasiswa Padang Timba Ilmu Kepemiluan di KPU

Jakarta, kpu.go.id- Mahasiswa Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat, Senin (2/11) siang menyambangi Gedung KPU di Jl. Imam Bonjol 29, Jakarta. Mereka bermaksud menimba ilmu penyelenggaraan pemilu secara langsung kepada KPU.Mahasiswa jurusan administrasi negara, Fakultas Ilmu Sosial (FIS), itu sangat antusias mempelajari bagaimana KPU menyelenggarakan pemilu serta seluruh tahapan pelaksanaan pemilihan kepala daerah serentak, terutama di Sumatera Barat.Dedet, salah seorang mahasiswa mnegungkapkan, melihat kinerja KPU yang cukup kompleks dalam menyelenggarakan seluruh tahapan pemilu, termasuk pilkada serentak, seharusnya KPU itu mendapatkan apresiasi dari masyarakat.“Ternyata kerja KPU itu sangat kompleks ya. Harusnya itu diapresiasi dan didukung oleh masyarakat. Saya malah ingin mencoba menjadi anggota KPU suatu saat nanti,” ujar Dedet.Sementara, mahasiswa yang lain, Silvi, berucap, dalam melaksanakan tugasnya,  KPU harus dapat berkomunikasi dengan baik agar masyarakat memperoleh informasi yang benar terkait penyelenggaraan pemilu.“Komunikasi yang baik harus dilakukan oleh KPU, terutama kepada kami, masyarakat kampus, sehingga kami tidak miss-informasi. Ini juga untuk membuat persepsi bahwa pemilu itu dilaksanakan untuk kepentingan rakyat,” ujar Silvi.Keduanya sepakat, agar tidak terjadi kesalah-pemahan dalam informasi menyangkut kepemiluan, masyarakat, khususnya kalangan civitas akademika harus pro-aktif. Karena mahasiswa-lah yang dianggap sebagai kaum intelektual, maka informasi yang sampai ke mahasiswa haruslah informasi yang benar dan tidak menyesatkan.Hal senada diuraikan Kepala Bagian Bina Partisipasi Masyarakat Titik Prihati Wahyuningsih. Menurutnya, keterbukaan informasi dan pelibatan masyarakat melalui kegiatan pendidikan pemilih, kini sedang gencar-gencarnya dilakukan oleh KPU.“Mahasiswa sebagai agen perubahan di masyarakat dan salah satu pilar demokrasi harus berperan aktif mengawal pelaksanaan pilkada serentak yang akan berlangsung pada 9 Desember nanti. Teman-teman dapat menjadi agen atau duta-duta pemilu,” tandas Titik.Pada kesempatan itu, mahasiswa diajak untuk melakukan pengecekan apakah namanya sudah terdaftar dalam DPT pilkada melalui aplikasi DPT-Online pada laman https://data.kpu.go.id. (sij/dd. FOTO KPU/dosen/hupmas)