Berita Terkini

KPU Lantik Komisioner NTB dan PAW Barito Utara

Jakarta, kpu.go.id – Hari kedua di minggu keempat Januari, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI kembali melantik anggota KPU tingkat provinsi dan kabupaten. Pada Selasa (22/1/2019), ini pelantikan dilakukan untuk lima orang anggota KPU Nusa Tenggara Barat serta satu pergantian antar waktu (PAW) anggota KPU Kabupaten Barito Utara.Pelantikan dilaksanakan di Jakarta, dipimpin Ketua KPU RI, Arief Budiman dan dihadiri Anggota KPU Evi Novida Ginting Manik, Sekjen KPU Arif Rahman Hakim, Kepala Biro SDM Lucky Firnandy Majanto serta Wakil Kepala Biro Hukum Susanto.Dalam sambutannya, Arief kembali mengingatkan agar anggota baru dilantik untuk memerhatikan padatnya jadwal tahapan pemilu saat ini yang perlu segera diadaptasi. Menurut dia, ditengah padatnya jadwal ini mereka juga harus tetap memerhatikan integritas, transparansi dan profesionalitas agar tugas yang dibebankan bisa berjalan dengan lancar. “Juga bekerja lah dengan soliditas yang tinggi. Karena KPU ini bukan milik orang perorang, tapi kolektif kolegial,” kata Arief.Juga kepada anggota baru yang dilantik, untuk pergantian anggota PAW 2018-2023, yang bersangkutan harus segera berkordinasi dengan rekan-rekan yang telah dilantik terlebih dahulu. Pria asal Jawa Timur juga berpesan untuk menghilangkan paradigma orang lama dan baru, tetapi saling menyesuaikan satu dengan lain.Adapun untuk anggota KPU NTB 2019-2024, Arief berpesan agar kepemimpinan yang baru bisa melanjutkan apa yang telah dicapai oleh jajaran KPU sebelumnya. Prestasi menyelenggarakan pesta demokrasi dengan damai dan lancar. “Anda harus jaga ini. Apalagi NTB habis tertimpa bencana,” tutur Arief.Dia juga mengingatkan bahwa keberhasilan menyelenggarakan pemilu didaerah juga akan berdampak secara nasional. “Maka itu jagalah dengan integritas tinggi. Mudah-mudahan ini bisa dijalankan dengan baik,” tutup Arief. (hupmas kpu ri dianR/foto: dosen/ed diR)

KPU Lantik 4 Timsel Lengkapi Formasi di Maluku Utara dan Jatim

Jakarta, kpu.go.id – Melengkapi pelantikan 35 anggota tim seleksi (timsel) calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten/kota 2019-2024 yang telah digelar sehari sebelumnya, KPU RI kembali melantik 4 orang tersisa. Pelantikan dipimpin Ketua KPU Arief Budiman, di Jakarta Selasa (22/1/2019).Dalam sambutannya Arief mengawali dengan ucapan terimakasih atas kesediaan para anggota timsel menjadi bagian dari proses rekrutmen penyelenggara pemilu didaerah. Menurut dia partisipasi yang telah ditunjukkan dengan kesediaan ini akan sangat berpengaruh bagi perjalanan demokrasi Indonesia. “Karena KPU hingga akhir tahun masih harus menyelesaikan seleksi. Kami sadari tidak mungkin melakukannya sendirian makanya butuh peran timsel,” kata Arief.Arief hanya berpesan agar seleksi yang dilakukan oleh timsel dilakukan dengan baik dan sesuai aturan. Keseriusan timsel menghadirkan calon-calon yang berkualitas akan sangat membantu KPU dalam mempersiapkan tahapan pemilu yang sedang berjalan. “Karena orang-orang yang akan direkrut ini akan dilantik dimasa kritis pemilu. Kalau yang direkrut tidak benar berbahaya bagi kesiapan pemilu,” tambah Arief.Untuk diketahui 4 anggota timsel yang dilantik tersebut akan melengkapi formasi sebelumnya yang telah dilantik pada Senin (21/1). Dua orang akan melengkapi timsel di Maluku Utara serta Jawa Timur (Jatim). (hupmas kpu ri dianR/foto: dosen/ed diR)

Gunakan Medsos untuk Menyebarkan Informasi Benar

Jakarta, kpu.go.id - Di era globalisasi saat ini, peran media sosial (medsos) sebagai wadah komunikasi antar masyarakat sangat lah berpengaruh. Oleh karenanya pemanfaatan medsos untuk hal positif sangat diperlukan, agar pengaruhnya bisa dirasakan oleh banyak masyarakat.Hal tersebut yang disampaikan Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Viryan, saat menghadiri Acara Wadah Diskusi yang diselenggarakan oleh Facebook Indonesia di Hotel Pullman Jakarta, Senin (21/1/2019).Dalam kesempatan itu, pria kelahiran Jakarta, 4 September 1975 secara khusus mengajak generasi muda untuk menggunakan medsos secara bijak dan positif. “Facebook Indonesia melakukan inisiatif kegiatan wadah diskusi ini sebagai sarana untuk mengefektifkan penyelenggaraan pemilu. Dalam hal ini penting bagi kita bagiamana menggunakan media sosial untuk menyebarluaskan hal-hal yang benar, hal-hal baik terkait dalam menyelenggarakan pemilu,” ujar Viryan.Hal ini senada dengan semangat KPU yang menurut Viryan juga menginginkan agar masyarakat bisa menjadi pemilih berintegritas dan berkualitas. Hal ini bisa dilatih dengan tidak turut serta menyebarkan berita bohong (hoaks) melalui medsos atau sarana komunikasi lainnya. “Mari kita sambut pemilu ini dalam susana riang gembira, memilih pemimpin amanah untuk lima tahun kedepan,” tambah Viryan.Sementara itu Country Director Facebook Indonesia Sri Widowati menjelaskan bahwa kegiatan diskusi sengaja di selenggarakan pihaknya, sesuai dengan latar belakang Facebook yang memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan positif bagi masyarakat. “Dan mempunyai  komitmen dalam menjaga integritas Pemilu 2019 termasuk salah satunya memperdayakan dan memperkuat peran para pemilih,” kata Sri.Acara diskusi ini sendiri dihadiri oleh sekira 200 orang peserta, terdiri dari NGO, perwakilan partai politik, mahasiswa, siswa-siswi SMA serta media. (hupmas kpu ri JAP/foto: ieam/ed diR)

Bekali Timsel Mulai Regulasi Hingga Tes Kesehatan

Jakarta, kpu.go.id - Usai dilantik, tidak sampai beberapa jam kemudian ke-35 anggota tim seleksi langsung mendapat pembekalan dari ketua dan anggota KPU RI. Mereka yang akan bertugas menyeleksi calon anggota KPU 2019-2024 untuk Provinsi Maluku Utara, Kabupaten Deliserdang, Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Dairi (Sumatera Utara), Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Probolinggo (Jawa Timur), Kota Padang (Sumatera Barat), Kabupaten Halmahera Selatan, Kota Ternate, Kabupaten Tidore Kepulauan, Kab Halmahera Tengah, Kabupaten Kep Morotai, Kabupaten Halmahera Timur, Kabupaten Halmahera Utara, Kabupaten Halmahera Barat, Kabupaten Kepulauan Taliabu, Kabupaten Kepulauan Sula (Maluku Utara/3 timsel) serta Kabupaten Paniai (Papua) diharapkan dapat lebih menguasai aturan teknis seleksi yang tertuang didalam Peraturan KPU (PKPU). "Apalagi ada beberapa aturan yang kami tambahkan, sempurnakan. Nanti akan dijelaskan oleh anggota KPU RI lainnya," kata Ketua KPU Arief Budiman memulai sambutan. Pada sesi paparan materi sendiri, Anggota KPU Evi Novida Ginting Manik memang mengabarkan secara rinci berbagai aturan yang perlu dipahami oleh para anggota timsel. Perempuan asal Sumatera Utara itu juga mengingatkan hal-hal yang perlu dihindari oleh timsel guna mengantisipasi terjadinya sengketa hasil seleksi. Evi pada kesempatan itu juga mengingatkan timsel terkait bobot penilaian peserta tes dan prosedur CAT yang hasilnya harus disampaikan usai peserta mengikuti ujian. Anggota KPU lainnya, Pramono Ubaid Tanthowi menambahkan paparan sebelumnya dengan menjelaskan lebih tata kerja yang harus diperhatikan oleh para timsel. Dia juga berharap agar timsel bisa menjaga integritas selama bertugas dan tidak terpengaruh dengan tekanan dan titipan dari siapapun. Dikesempatan berikutnya diberikan penjelasan terkait tata cara atau prosedur ujian melalui sistem CAT oleh Tenaga Ahli Biro SDM Kurniawan Lutfi serta penjelasan mengenai tes kesehatan oleh dr Maya Setyawati dari Klinik Pratama KPU. (hupmas kpu ri dianR/foto: dosen/ed diR) 

Timsel Diminta Cari Calon Anggota KPU Terbaik

Jakarta, kpu.go.id - Akhir masa jabatan sejumlah anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) provinsi, kabupaten/kota akan jatuh pada Maret, April dan Mei 2019. Dekatnya masa akhir jabatan dengan hari pemungutan suara membuat Ketua KPU RI Arief Budiman menitipkan pesan kepada tim seleksi (timsel) untuk mencari calon anggota KPU 2019-2024 berkualitas, yang dihasilkan dari proses terbaik. "Jadi kami sangat bergantung bapak/ibu sekalian untuk mencari kandidat berkualitas. Kalau hasil seleksi tidak baik maka kandidat yang diberikan tidak baik," kata Arief saat melantik anggota timsel, di Jakarta Senin (21/1/2019). Total ada 35 anggota timsel dilantik untuk menyeleksi calon anggota KPU di Provinsi Maluku Utara, Kabupaten Deliserdang, Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Dairi (Sumatera Utara), Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Probolinggo (Jawa Timur), Kota Padang (Sumatera Barat), Kabupaten Halmahera Selatan, Kota Ternate, Kabupaten Tidore Kepulauan, Kab Halmahera Tengah, Kabupaten Kep Morotai, Kabupaten Halmahera Timur, Kabupaten Halmahera Utara, Kabupaten Halmahera Barat, Kabupaten Kepulauan Taliabu, Kabupaten Kepulauan Sula (Maluku Utara/3 timsel) serta Kabupaten Paniai (Papua). Arief berharap bahwa kandidat yang terseleksi nanti adalah mereka yang sudah siap untuk langsung bekerja. Terlebih beberapa di antara mereka akan dilantik sehari sebelum hari pemungutan suara dan saat rekapitulasi suara pemilu dilakukan. "Jadi tidak ada waktu untuk belajar tapi langsung kerja," tandas Arief. Untuk diketahui anggota timsel yang dilantik berasal dari berbagai latar belakang pendidikan dan pengalaman. "Saya atas nama KPU berterimakasih. Mudah-mudahan kontribusi bapak/ibu berdampak besar bagi bangsa Indonesia," pungkas Arief. (hupmas kpu ri dianR/foto: dosen/ed diR)

Penyelenggara Harus Komitmen Jaga Amanah Jabatan

Jakarta, kpu.go.id - Jelang 90 hari pemungutan suara Pemilu 2019, kesibukan proses pelantikan anggota KPU kabupaten/kota tetap berjalan. Senin (21/1/2019), giliran 25 anggota KPU kab/kota di Kab Tolikara (Papua), Sigi, Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Donggala, (Sulawesi Tengah),  Kabupaten Lahat (Sumatera Selatan) yang diambil sumpahnya untuk langsung bekerja menyukseskan tahapan pemilu.Ketua KPU Arief Budiman sebagaimana biasa berpesan agar anggota KPU kab/kota yang baru menjabat untuk bekerja sungguh-sungguh menjalankan amanah yang telah diberikan. Dia mengingatkan strategisnya posisi dari anggota KPU karena hasil kerjanya menentukan masa depan bangsa. "Karena pertaruhannya tidak hanya kab/kota anda tapi juga Indonesia. Kalau amanah ini buruk maka bangsa bisa rusak," ujar Arief. Arief juga berpesan agar jajaran penyelenggara yang baru dilantik untuk selalu bekerja transparan, profesional dan menjaga integritas. Lembaganya memastikan tidak akan mempersulit orang-orang yang terbukti melanggar aturan, untuk segera diberikan sanksi dikeluarkan dari organisasi yang dipimpinnya. "Kalau ada pelanggaran maka kami tidak akan persulit tapi dipermudah proses pemberhentian," kata Arief.  Di pesan berikutnya Arief juga mengingatkan bahwa usai dilantik menjadi anggota KPU, maka penyelenggara harus siap dengan risiko kerja seperti bekerja penuh waktu dan total mengabdi kepada bangsa dan negara. Keluarga pun diharapkan mendukung anggota mereka yang telah menjadi penyelenggara pemilu agar selalu bekerja di jalan yang benar. "Mudah-mudahan anda setelah pelantikan bisa selalu menjaga soliditas tim. Karena di KPU itu kolektif kolegial," pungkas Arief. (hupmas kpu ri dianR/foto: dosen/ed diR)