Berita Terkini

WUJUDKAN PILKADA KALTENG AMAN, DAMAI DAN SEJUK, POLRES KAPUAS GELAR FGD BERSAMA KPU DAN BAWASLU DI KECAMATAN KAPUAS MURUNG

“WUJUDKAN PILKADA KALTENG AMAN, DAMAI DAN SEJUK, POLRES KAPUAS GELAR FGD BERSAMA KPU DAN BAWASLU DI KECAMATAN KAPUAS MURUNG” Kuala Kapuas, www.kpu.kapuaskab.go.id – Guna mewujudkan Pilkada atau  Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Lanjutan Tahun 2020 yang aman, damai dan sejuk, Polres Kapuas gelar FGD (Focus Group Discussion) bersama KPU dan Bawaslu Kabupaten Kapuas di Palingkau, Kecamatan Kapuas Murung, Rabu, (23/9/2020).   FGD (Focus Group Discussion ini diinisiasi oleh Polres Kapuas dan dilaksanakan bertempat di ruang Aula Kecamatan Kapuas Murung. Kegiatan FGD yang dimulai sejak pukul 08.30 WIB ini dihadiri oleh Ketua KPU Kabupaten Kapuas, Jamilah Maisura, Anggota Bawaslu Kabupaten Kapuas, Libu, Kasat Binmas Polres Kapuas, Iptu Imam Sahrofi, Wakapolsek Kapuas Murung, Camat Kapuas Murung, Joni Susilo, Perwakilan Danramil Kapuas Murung, Kacabjari Palingkau, Ketua MUI Kec.Kapuas Murung, Kepala KUA Kapuas Murung, Kades, Lurah, anggota PPK, anggota PPS se Kecamatan Kapuas Murung, Tomas, Toda, Toga dan Todat.   Pimpinan FGD ini adalah Kasat Binmas Polres Kapuas, Iptu Imam Sahrofi. FGD (Focus Group Discussion) digelar dengan Tema “Wujudkan Pilkada Kalteng Tahun 2020 yang Aman, Damai dan Sejuk menyampaikan pada saat pembukaan “kegiatan FGD ini digelar disini memperhatikan angka pemilih berjumlah 16.989 pemilih dalam Daftar Pemilih Sementara  (DPS) dimana yang merupakan terbanyak ke 5 (lima) dari 17 Kecamatan yang ada di Kabupaten Kapuas”.   Ketua KPU Kabupaten Kapuas pasca kegiatan menyampaikan “Terimakasih kepada Polres Kapuas dalam hal ini Binmas Polres Kapuas yang telah menggelar kegiatan ini dalam rangka mensosialisasikan dan demi terciptanya Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Lanjutan Tahun 2020 yang aman, damai dan sejuk di Kabupaten Kapuas khususnya di Kecamatan Kapuas Murung ini tanpa money politic dan jangan menyinggung SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan) dalam pelaksanaan Kampanye yang dimulai pada 26 September s/d 5 Desember 2020, dan tidak lupa kita selalu mengingatkan pentingnya dalam setiap tahapan bahwa semua dilaksanakan dengan protokol pencegahan dan penyebaran Covid-19 dengan minimal menggunakan masker serta cuci tangan sebelum beraktifitas”.   Kesimpulan dari  FGD (Focus Group Discussion) ini yaitu kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kapuas untuk selalu mengedepankan rasa persaudaraan untuk menghindari konflik sosial akibat dari perbedaan pilihan dalam Pilkada Tahun 2020 ini, serta untuk mensosialisasikan bahwa pada tanggal 9 Desember 2020 untuk datang ke TPS (Tempat Pemungutan Suara) menggunakan hak pilihnya dalam demokrasi guna menentukan dan memilih Pemimpin Provinsi Kalimantan Tengah. (Gagah Christiantoro).

Kegiatan Rekrutmen PPK

Lorem ipsum dolor sit amet, nec dicta labore ut. Te falli aperiri eloquentiam vel, ne mei debet dicam. Vim tritani epicuri maluisset ad, te qui nonumy aliquam meliore. Ea vel ludus sententiae consectetuer, cu per aperiri dolorem. Meis reque eu vel, at sit aeque congue, eum omittam dissentias ei. Usu in sint dicam alienum, pro ipsum incorrupte cotidieque eu. Malorum feugiat mediocritatem sit an. Usu hendrerit posidonium an, per dicant phaedrum id, accusata vituperata posidonium duo in. Natum nemore sed ea, exerci deseruisse expetendis eos ei. An vivendo deterruisset mel. Ea dolore adolescens vim. Dicunt iriure honestatis eam ei. Eu autem movet audire sit, te cum voluptua officiis definitionem. Ut vis essent melius complectitur, id duo persius molestie recusabo. Atqui quaestio ius cu, at eam prima solum, graeco omittantur cu quo. Hinc viderer no vel, at recusabo elaboraret mel, prima veniam est ad. Ea per apeirian efficiantur, vitae persecuti disputando eos te. Ut qualisque adipiscing usu, falli dolor utinam cu per. In sed duis alterum ceteros, no duo nisl copiosae convenire, sit ea prompta facilisi. Sit nonumy soleat ex. Simul epicurei cotidieque mei ex. Ex mel facer primis antiopam, mel eu causae verear, facer epicurei temporibus an ius. Laoreet scaevola maiestatis ne vel, an vim dolore percipitur, no ornatus corpora cotidieque est. Ei nostrud voluptua nec, cum vero elit ea.  

Catatan Pemilu Jadi Tekad Perbaikan Pemilihan 2020

Jakarta, kpu.go.id  - Pemilu 2019 telah usai, sejumlah capaian dan catatan telah berhasil diukir. Untuk catatan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) bertekad untuk memperbaiki kekurangan sementara capaian dijadikan motivasi untuk menghadirkan penyelenggaraan pemilu maupun pemilihan yang lebih baik di tahun-baru berikutnya.    Beberapa catatan pemilu seperti partisipasi politik perempuan, pengaturan dan pelaksanaan dana kampanye di Pemilu 2019, hak pemilih kelompok rentan. Sementara capaian antara lain partisipasi pemilih yang melebihi target, mencapai angka 81 persen.     "Situs (misalnya) sebuah capaian (juga) untuk memudahkan proses transparansi data bagi publik. Mengusulkan pelarangan calon mantan narapidana korupsi dan KPU juga mengusulkan untuk wajib menyerahkan LHKPN. Hal-hal ini tidak diatur secara eksplisit di dalam Undang-Undang, namun KPU bertujuan untuk membuat pemilu menjadi baik secara teknis dan substansi serta menghasilkan pemimpin yang baik pula yang mampu menampung harapan-harapan publik," ujar Arief saat menjadi pembicara diskusi "Dari Pemilu Serentak 2019 Menuju Pilkada Serentak 2020, Sebuah Evaluasi dan Rekomendasi" yang digelar di Media Cenderung KPU, Kamis (22/8/2019).    Arief mengakui kerja penyelenggara pemilu belum lah sempurna. Meski begitu dia pun memberikan apresiasi setingginya kepada jajaran penyelenggara pemilu serta pihak terkait yang telah membantu menyukseskan pesta demokrasi ini.    Arief melanjutkan bahwa konsentrasi KPU berikutnya adalah menghadapi Pemilihan 2020. Isu terkait Pemilihan 2020 pun menurut dia sudah mulai menjadi bahasan publik seperti apakah KPU kembali memasukkan pasal pelarangan calon mantan narapidana korupsi dan isu lainnya terkait  penerapan rekapitulasi berbasis elektronik (e-rekap).   Adapun KPU sudah meminta jajarannya dimanapun (khususnya penyelenggara pemilihan) untuk menyiapkan anggaran yang dibutuhkan dengan berkoordinasi dengan pemerintah daerah masing-masing.    Diskusi turut dihadiri Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini, Ketua KODE Inisiatif Ver Junaidi, Sekjen KIPP Indonesia Kaka Suminta. (hupmas kpu ri yosara/foto: dosen/ed diR)

KPU Gelar Assessment Seleksi Terbuka Eselon 1B

Jakarta, kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI melaksanakan Tes Assessment Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Madya (Eselon 1B) Deputi Bidang Teknis, Deputi Bidang Administrasi dan Inspektur Utama pada Sekretariat Jenderal KPU, di Gedung Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia (LPTUI) Salemba Jakarta, Kamis, (22/8/2019).   Menindaklanjuti Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor: 105 Tahun 2018 Tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Wewenang, Organisasi, dan Tata Kerja Sekretariat Jenderal KPU, Sekretariat KPU Provinsi dan Sekretariat KPU Kabupaten/Kota, Sekretariat Jenderal KPU membentuk Panitia Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Madya (Eselon 1B) pada Sekretariat Jenderal KPU untuk mengisi jabatan Deputi bidang Teknis, Deputi Bidang Administrasi, dan Inspektur Utama.   Tes assessment yang dilaksanakan selama 2 (dua) hari diikuti 17 calon, yang dibagi dalam tiga kelompok, untuk Deputi Bidang Teknis diikuti 4 calon, Deputi bidang Administrasi diikuti 7 calon dan Inspektur Utama diikuti 6 calon.   Dihari pertama assessment meliputi tes tertulis, (mencakup tugas kemampuan intelektual, tugas sikap kerja dan tugas kepribadian) dilanjutkan Simulasi Perilaku 1 dan Simulasi Perilaku 2 (dalam simulasi 1 dan 2 disesuaikan dengan kebutuhan) dan yang terakhir tugas tertulis.   Di hari kedua, para calon akan mengikuti serangkain wawancara, dimana masing-masing peserta diwawancarai satu per satu.   Deputi Direktur Operasional Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia (LPTUI) Neni Indra Melani mengawali sambutan dengan mengucapkan banyak terima kasih atas kepercayaan KPU menyerahkan proses assessment kepada LPTUI.    Neni turut menyadari pentingnya proses ini, oleh karena itu pihaknya akan sungguh-sungguh menjalankan proses dengan baik guna menghasilkan pejabat berkualitas. "Bukan saja untuk proses seleksi ini tapi juga untuk kinerja KPU secara keseluruhan. Sehingga dengan proses ini kami  akan memastikan berjalan secara objektif, sesuai dengan kaidah dan etika yang berlaku," tutup Neni. (hupmas kpu ri dosen/foto: dosen-yos/ed diR)