Berita KPU Daerah

Simulasi Tungsura KPU Kota Bandar Lampung: Masih Banyak Human Eror

Bandar Lampung, kpu.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandar Lampung selesai menggelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) Sabtu (21/4/2018). Hasilnya masih terjadinya kesalahan yang dilakukan manusia (human eror) terutama saat proses penghitungan suara, ketika menuliskan perolehan suara calon pada Formulir C1 Plano.Ketua KPU Kota Bandar Lampung Fauzi Heri meminta agar kesalahan selama simulasi menjadi catatan bagi jajarannya untuk tidak berulang dikemudian hari. Dia juga menekankan kepada para Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang selama simulasi bertugas sebagai Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuannya mengingat pada proses pemungutan dan penghitungan suara sesungguhnya, 17 April 2019 nanti akan jauh lebih sulit dan berat. “Selama simulasi yang dilakukan baru sebagian kecil mengingat untuk mempersingkat waktu hanya disertakan 70 orang pemilih memberikan hak suaranya,” ujar Fauzi.Fauzi melihat dari hasil pengamatan pada saat proses penghitungan suara didapati petugas pencatat perolehan suara di formulir C1 plano sempat mengalami kesulitan menyinkronkan jumlah suara yang sudah dibacakan oleh Ketua KPPS dengan jumlah catatan yang ditulis anggota KPPS kelima (yang diberi tugas mencatat penghitungan suara dengan tally).Berdasarkan catatan petugas, untuk waktu pemilih selama di bilik suara tercepat 02.10 menit sementara waktu terlama hingga 04.35 menit. Untuk proses penghitungan suara lima kotak suara Pilpres, DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kota Bandar Lampung membutuhkan waktu 1 jam 47 menit. Artinya untuk setiap satu suara dibutuhkan waktu 1,5 menit. Penghitungan waktu ini sudah menyertakan satu salinan formulir C, C1 dan lampiran C1. Sedangkan waktu untuk membuat satu buah formulir C, C1 dan lampiran C1 hingga ditandatangani rata-rata 7 - 11 menit. "Apabila satu TPS jumlah DPT nya 300 orang dan yang menggunakan hak pilih pemilihnya 80% yaitu 240 pemilih, maka waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pencatatan perolehan suara diformulir C1 plano membutuhkan waktu 6 jam. Itu baru ada satu buah salinan formulir C, C1 dan lampiran C1," urai Fauzi.Lebih lanjut Fauzi menambahkan apabila estimasi saksi yang hadir di TPS yaitu saksi Pilpres ada dua orang, DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kab/Kota saksinya ada 12 orang, saksi DPD ada 2 orang, pengawas TPS, PPS, PPK, KPU dan formulir yang berhologram masuk ke dalam kotak, maka sedikitnya salinan C1 yang harus dicatat ada 42 kali. Jika penulisan satu form C, C1 dan lampiran C1 butuh 7 menit, maka waktu yang yang dibutuhkan 4 jam 54 menit. Sedangkan jika waktu yang dibutuhkan 11 menit, maka untuk menulis form C, C1 dan lampirannya butuh waktu 7 jam 42 menit."Berdasarkan analisa hasil simulasi, maka penghitungan suara di TPS paling cepat diselesaikan dalam waktu hampir 11 jam. Artinya jika penghitungan dimulai pukul 13.30, penghitungan di TPS baru akan selesai pada pukul 00.30 dini hari. Untuk memangkas waktu, kita akan usulkan agar ada kebijakan mempercepat penulisan salinan formulir C, C1 dan lampiran C1," pungkasnya. (ngabehi kojay/ed diR)

25 Relasi Kab Maros Siap Sosialisasikan Pilgub Sulsel 2018

Maros, kpu.go.id - Kesuksesan Suatu Pemilihan Umum (Pemilu) bergantung dari seberapa giat kerja-kerja sosialisasi yang dilakukan oleh penyelanggara. Menyadari hal itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Maros mengukuhkan Relawan Demokrasi (Relasi) untuk  Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Sulawesi Selatan (Sulsel) 2018.Sebanyak 25 orang putra-putri daerah kabupaten Maros dikukuhkan menjadi Relasi Pilgub 2018 oleh  Komisioner Divisi SDM dan Parmas Syaharuddin atas nama Ketua KPU maros di Aula KPU Maros Sabtu, (21/04/2018). Pada kesempatan itu Komisioner yang akrab disapa Bang Datu ini memberikan arahan kepada segenap relasi mengenai kerja-kerja mereka kedepan.“Yang terpenting selain mensosialisasikan jadwal Pelaksanaan Pilgub Sulsel 2018, kami berharap teman-teman Relasi tetap menjaga independensinya dan tidak tergiur godaan-godaan materi untuk mensosialisasikan calon tertentu, selain akan mencederai  semangat Pilkada  yang berbudaya bermartabat, juga akan  berujung pada sanksi Pidana,” imbaunya.Setelah acara pengukuhan, dilanjutkan dengan pelatihan dan bimbingan teknis (bimtek) Relasi.  Ada beberapa materi penting yang disampaikan untuk memberikan bekal kepemiluan seperti mengenal demokrasi, pemilu dan pilkada, tahapan penyelenggaraan pemilu dan pilkada, lembaga penyelenggara, peserta  pemilu dan pilkada, pemilih, relasi dan media soial dan suplemen lainnya seperti cara berkomunikasi yang efektif baik dalam situasi formal maupun informal.Pelatihan dan bimtek berjalan dengan suasana diskusi santai dan diselingi permainan dinamika kelompok dan ilustrasi bagaimana jika memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya berpartisipasi dalam pilgub Sulsel 2018 dan dampak negatif golput serta politik uang. (160-TknsHpms/ed diR)

PSB Mudahkan Penyandang Disabilitas Pahami Pemilu

Sumbar, kpu.go.id - Pagelaran Seni dan Budaya (PSB) yang telah dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Barat (Sumbar) serta KPU Kota Padang Sabtu (21/4) lalu mendapat apresiasi positif dari masyarakat khususnya para penyandang disabilitas.Mereka merasa terbantu dengan kegiatan yang diinisiasi oleh KPU Sumbar serta KPU Kota Padang ini, mengingat banyak hal baru yang bisa dipahami seperti tatacara pemilu hingga partai politik serta nomor urut yang bertanding nanti.Salah seorang penyandang disabilitas, Rio membenarkan bahwa ada hal baru yang didapat saat dirinya ikut dalam kegiatan PSB. Seperti pemahaman tentang jalur khusus bagi penyandang disabilitas menuju Tempat Pemungutan Suara (TPS), atau jumlah partai politik yang bertanding di 2019. “Dan hari ini saya merasa sangat senang karena bisa menjawab salah satu pertanyaan yang diberikan Ketua KPU Sumbar Amnasmen tentang berapa jumlah partai politik peserta Pemilu 2019 dan saya menjawab 16 ,” kata Rio.KPU Provinsi Sumatera Barat sendiri selaku penyelenggara pemilu berkomitmen untuk memahami kebutuhan penyandang disabilitas dalam pemilu maupun pilkada 2018 nanti. Komitmen ini sudah ditunjukkan melalu penyusunan peraturan, sosialisasi, pemutakhiran data pemilih, kampanye, pengadaan dan distribusi logistika atau nanti pemungutan dan penghitungan suara yang senantiasa memerhatikan kebutuhan penyandang disabilitas. (romel/ed diR)

Kolaborasi Talempong dan Gordang Sambilan Meriahkan PSB di Kab Pasaman

Lubuk Sikaping, kpu.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pasaman turut menyelenggarakan Pagelaran Seni Budaya (PSB) Menyongsong Pemilihan Umum Serentak Tahun 2019 di di Halaman Kantor Bupati Pasaman Sabtu (21/4/2018).PSB menghadirkan pertunjukkan Gordang Sambilan dan Talempong yang merupakan kesenian tradisional masyarakat setempat yang notabene dihuni oleh berbagai etnis, dimana dua etnis terbesarnya yakni Minangkabau dan Mandailing.Hadir dalam kegiatan ini, Bupati Pasaman dan unsur Forkopimda, Ketua dan Anggota Panwaslu Kabupaten Pasaman, Ketua DPD Partai Politik, Kepala SKPD Pemerintah Kabupaten Pasaman, Kepala Instansi Vertikal, BUMN dan BUMD, dan masyarakat.Dalam sambutannya Ketua KPU Kabupaten Pasaman, Jajang Fadli, menyampaikan hal-hal terkait penyelenggaraan tahapan, program dan jadwal Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, yang telah, sedang dan akan dilaksanakan, meliputi verifikasi partai politik, usulan penataan daerah pemilihan (dapil), dan pembentukan badan adhoc. Sementara yang sedang dilaksanakan yakni pemutakhiran data pemilih (proses coklit  oleh pantarlih se-Kabupaten Pasaman) sedangkan tahapan yang akan dilaksanakan yakni verifikasi calon perseorangan (DPD), dan pendaftaran calon anggota DPRD Kabupaten Pasaman.Dalam penyampaiannya, Jajang juga mengingatkan bahwa demokrasi kuat ala Indonesia hanya ada satu dibelahan dunia ini, yaitu demokrasi yang dibangun dari pondasi keberagaman. Dan keberagaman suku, budaya, tradisi dan agama ini yang juga sama halnya dengan Pasaman Saiyo yakni demokrasi di Kabupaten yang dibangun dari dua budaya besar yang mengakar pada masyarakatnya yaitu Minangkabau dan Mandailing. “Perpaduan dan kolaborasi dua kesian tradisional dari dua kebudayaan ini Talempong dan Gordang Sambilan ternyata sangat indah dan harmonis seperti selalu aman dan damainya setiap perhelatan pesta demokrasi di kabupaten ini insyaAllah,” kata Jajang.Sementara itu Bupati Pasaman, yang diwakili Asisten 3 Asnil M, mengapresiasi upaya sosialisasi yang dilakukan KPU Kabupaten Pasaman, terkait penyelenggaraan tahapan Pemilu 2019. Pemerintah daerah berkomitmen mendukung kelancaran pelaksanaan pemilu disetiap tahapannya. “Pemerintah Kabupaten Pasaman berharap seluruh masyarakat terlibat aktif mengikuti dan mengawasi tahapan pemilu serta menjaga situasi yang aman dan damai,” kata Asnil.Pada kegiatan PSB ini KPU Kabupaten Pasaman juga membagikan doorprize kepada masyarakat yang beruntung. (md/ed diR)

PSB Sumarak Anak Nagari Menyongsong Pemilu 2019

Solok, kpu.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Solok menggelar acara Pagelaran Seni Budaya Sumarak Anak Nagari Menyongsong Satu Tahun Penyelenggaraan Pemilu Serentak Tahun 2019, bertempat di Taman Syech Kukut-Kota Solok, Sabtu (21/4/2018).Acara terselenggara berkat kerjasama KPU Kota Solok dengan Dinas Pariwisata setempat. Rangkaian kegiatan ini diawali dengan Basipeteang Alam Wisata Bareh Solok, dimana sekitar 1.500 peserta yang tergabung dalam komonitas bikers dari seluruh Indonesia mengelilingi dan menikmati alam wisata wilayah Kota Solok.Acara berlanjut dengan pentas seni “Silek Tuo” dan “Batuang Gilo” yang digelar di Sawah Solok. Silek Tuo dan Batuang Gilo adalah seni budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Kota Solok. Sejarah Silek Tuo dan Batuang Gilo dijelaskan oleh tokoh adat Kota Solok Asraf Danil Handika Dt Tan Panggak yang juga sebagai Anggota KPU Kota Solok. Puncak acara Pagelaran Seni Budaya Sumarak Anak Nagari Menyongsong Satu Tahun Penyelenggaraan Pemilu Serentak Tahun 2019, digelar malam harinya di Taman Syech Kukut-Kota Solok dengan menampilkan tari pasambahan, penampilan silek tuo, puisi, tari dari sanggar gadih malenggok, tari piring dari SMA N 1 Kota Solok, simulasi/sosialisasi Pemilu 2019 oleh KPU Kota Solok dan penampilan seni budaya lainnya.Kepala Dinas Pariwisata Kota Solok Elvi Basri menyambut baik acara hari ini yang digelar bekerjasama dengan KPU Kota Solok mendapatkan antusias warga Kota Solok yang sangat meriah. Ribuan masyarakat Kota Solok turut mengikuti dan menyaksikan acara ini.Ketua KPU Kota Solok Budi Santosa menyampaikan bahwa acara yang digelar hari ini sangat meriah dan ini adalah amanat KPU RI bahwa diseluruh wilayah dari sabang sampai merauke, seluruh lembaga KPU menyelenggrakan Pagelaran Seni Budaya Menyongsong 1 (Satu) Tahun Penyelenggaraan Pemilu Serentak Tahun 2019. Tema acara ini adalah : “Melalui Pagelaran Seni Budaya Membangun Pemilih BerdaulatGuna Mensukseskan Pemilu Serentak Tahun 2019”.Selanjutnya Wakil Walikota Solok dalam Reinier dalam acara ini mengajak seluruh masyarakat Kota Solok untuk melestarikan seni dan budaya Solok serta memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Pemilu 2019. Partisipasi pemilih menjadi tanggungjawab kita bersama untuk kita tingkatkan dari Pemilu sebelumnya yang mencapai 75%. Pemilu 2019 kita harapkan partisipasi bisa mencapai lebih dari 80%, ini tentu membutuhkan dukungan seluruh elemen dan warga masyarakat Kota Solok. (kpu kota solok/ed diR)

Tari Dolalak Massal Songsong Pemilu 2019 di Purworejo

Purworejo- Di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Pagelaran Seni Budaya (PSB) diisi dengan Tari Dolalak Massal ‘Menggugah Greget Nasionalisme’. Sebanyak 250 penari memukau penonton yang hadir pada apel Menyongsong Satu Tahun Penyelenggaraan Pemilu Serentak 2019 di Alun-alun Purworejo, Sabtu (21/4/2018).Sejak awal hingga akhir pertunjukan para penari dengan penuh energik, atraktif, gemulai dan rancak menarikan tari tradisional khas Purworejo. Penonton semakin terpukau, ketika para penari pria dan anak-anak melakukan gerakan trance (seperti kemasukan ruh).Tari Dolalak yang digarap oleh koreografer Melania Sinaring Puteri dari Sanggar Tari Prigel Purworejo semakin menarik ketika dikolaborasikan dengan 11 pantomimer. Di akhir pertunjukan, para pantomimir yang sebelumnya membawa kotak suara, kemudian membuka kotak tersebut yang ternyata berisi kain berwarna-warni yang kemudian dibentangkan sebagai lambang perbedaan dalam kesatuan.Saat dikonfirmasi, Ketua KPU Kabupaten Purworejo Dulrokhim menjelaskan pemilihan Tari Dolalak dalam pagelaran karena merupakan kesenian khas Kabupaten Purworejo. Apalagi Dolalak sudah didaftarkan sebagai karya seni milik Purworejo ke Kementrian Hukum dan HAM.Dulrokhim menjelaskan, bahwa tema pagelaran seni budaya tersebut adalah “Melalui Pagelaran Seni Budaya Membangun Pemilih Berdaulat Guna Menyukseskan Pemilu Serentak 2019”. Adapun tujuan pagelaran itu untuk mnyosialisasikan tanggal pemungutan suara Pemilu Tahun 2019 yakni 17 April 2019, mengenalkan partai politik peserta Pemilu Tahun 2019, mengenalkan jingle Pemilu 2019 ‘Pemilih Beradulat Negara Indonesia Kuat’, dan maskot Pemilu 2019 ‘Sang Sura’.“Kami juga akan melepas balon yang membawa lambang parpol ke langit, juga melepas 16 burung merpati sebagai lambang dimulainya berkiprahnya parpol untuk mengikuti Pemilu 2019,” tambah Dulrokhim. (kpu kab purworejo/ed diR)

Populer

Belum ada data.