Berita Terkini

KPU Bali Terjunkan 10.169 PPDP dalam GCS

Bali, kpu.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali menerjunkan 10.169 Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) dalam pelaksanaan pencocokan dan penelitian (coklit) sebagai wujud Gerakan Coklit Serentak (GCS) yang dilaksanakan di 171 daerah yang melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2018, Sabtu (20/1). Turut hadir dalam apel siaga PPDP, Kepala Biro Sumber Daya Manusia  (SDM) Sekretariat Jenderal KPU RI Lucky Firmandi Majanto, Ketua KPU Provinsi Bali I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, dan Anggota KPU Provinsi Bali Divisi Data Informasi Kadek Wirati.Dalam sambutanya Lucky berpesan dan sekaligus menegaskan bahwa GCS ini “Untuk mendapatkan data yang akurat dalam pilkada Tahun 2018, PPDP harus bekerja keras dan teliti,” ungkapnya.Senada dengan sambutan Kepala Biro SDM KPU RI, I Dewa Kade Ketua KPU Provinsi Bali mengingatkan kepada PPDP untuk bekerja secara teliti dan memastikan data pemilih tepat akurat.“Dari coklit ini akan menjadi informasi awal logistik yang tepat waktu dan jumlah, indikasinya akan berdampak positif apabila PPDP bekerja maksimal,” tegasnya.Tak kalah pentingnya Anggota KPU Divisi Data Informasi Kadek Wirati berpesan kepada petugas PPDP untuk mencoret yang tidak memenuhi syarat, misalnya yang sudah meninggal. “Dilaksanakanya coklit ini berguna untuk perbaikan data pemilih karena menyangkut hak pemilih yang harus terjaga, mencoret yang tidak memenuhi syarat, mencatat pemilih baru yang berusia 17 Tahun atau TNI/Polri yang telah pension,” tandas (ah/rdk/red. Foto:Bayu/KPUBali)

Semangat Coklit Pastikan Daftar Pemilih Berkualitas

Pontianak, kpu.go.id – Pencocokan dan penelitian (coklit) mempunyai semangat untuk memastikan daftar pemilih pada pemilihan serentak 2018 semakin berkualitas. Untuk itu, pada tanggal 20 Januari 2018 ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar “Gerakan Coklit Serentak” di 31 Provinsi. Coklit ini akan dilakukan KPU mulai dari 20 Januari hingga 18 Februari 2018. Coklit ini akan dilakukan dengan door to door mendatangi rumah-rumah pemilih untuk memastikan semua masyarakat yang mempunyai hak pilih bisa terdaftar. Selain itu, juga untuk mengidentifikasi bagi pemilih yang sudah meninggal dunia, pemilih yang sudah kehilangan hak pilihnya seperti telah menjadi anggota TNI-POLRI, maupun yang sudah pensiun, juga bagi warga yang baru menjadi pemilih pemula, sehingga daftar pemilih bisa semakin berkualitas. Komisioner KPU RI Viryan menyampaikan harapannya pada hari pertama coklit ini Petugas Pemutakhiran Daftar Pemilih (PPDP) dapat bekerja sebaik-baiknya dan minimal mencoklit lima rumah warga pada gerakan coklit serentak ini. “Kami sudah membuat sistem informasi bagi daftar pemilih, kami juga membuat analisis DP4 dan sinkronisasi. Namun semua itu akan menjadi tidak bermakna kalau tidak dilakukan coklit dengan sungguh-sungguh,” tutur Viryan di depan ribuan peserta apel akbar bersama PPK, PPS, dan PPDP, Sabtu (20/1) di alun-alun Kapuas Pontianak Kalimantan Barat. Khusus untuk gerakan coklit serentak di Pontianak ini melibatkan 1.453 PPDP, tambah Viryan. Namun, di masing-masing kabupaten/kota juga melakukan apel kesiapan PPDP dan dilanjutkan dengan mencoklit serentak. “Penting juga harus diingat, kalau elemen daftar pemilihnya sudah lengkap, jangan lupa centang. PPDP harus bekerja sesuai aturan dan bimbingan teknis yang sudah dilaksanakan, seperti salam coklit, cocokkan datanya, teliti bekerja,” pungkas Viryan yang juga membidangi daftar pemilih di KPU RI. (Arf/red. FOTO Arf/Humas KPU)

Coklit Langkah Awal Menghasilkan Daftar Pemilih yang Baik

Makassar, kpu.go.id - Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Pramono Ubaid Tanthowi mengatakan bahwa pencocokan dan penelitian (coklit) adalah langkah awal untuk mewujudkan daftar pemilih yang baik. Hal tersebut dikatakannya saat membuka Apel Siaga Gerakan Coklit Serentak, Sabtu (20/1) di Lapangan Karebosi, Makassar. Dalam sambutannya, Pram mengharapkan bahwa petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) benar-benar mendatangi pemilih dari rumah ke rumah, mencatat data warga dengan sebaik-baiknya dan meneliti penulisan nama, NIK, jenis kelamin dan alamat dengan benar."Daftar pemilih yang baik itu salah satu kriterianya adalah penulisannya harus lengkap dan akurat, Kalau betul-betul sudah pindah ya dicoret (dari daftar pemilih), kalau betul-betul sudah meninggal ya harus dicoret," ujar Pram. Ia mengatakan bahwa hasil coklit kali ini bukan hanya berguna untuk pelaksanaan Pilkada Serentak 2018, tapi juga Pemilu Serentak 2019. "Karena DPT pilkada 2018, otomatis akan menjadi DPS untuk Pemilu 2019," tegas Pram.Selain mengharapkan ketelitian dari petugas pemutakhiran, Pram juga menghimbau agar petugas dapat memanfaatkan waktu yang ada dengan sebaik-baiknya. Membuat rencana harian agar waktu tahapan yang panjang dapat dimaksimalkan, hingga pekerjaan dapat selesai sesuai waktu yang ditentukan.Gerakan Coklit Serentak (GCS) di Kota Makassar melibatkan lebih dari 4.000 PPDP yang akan mencoklit paling sedikit 20.000 rumah pada hari pertama tahapan coklit. Dengan asumsi satu rumah terdapat dua hingga tiga pemilih, maka GCS hari pertama di Kota Makassar telah mencoklit paling sedikit 60.000 pemilih.  

KPU Gelar Gerakan Coklit Serentak Pilkada 2018

Surabaya, kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) Sabtu (20/1), menggelar kegiatan gerakan pencocokan dan penelitian (coklit) - GCS daftar pemilih serentak di 171 daerah yang melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2018.Sebanyak 385.701 Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) diturunkan untuk melakukan coklit di 381 kabupaten/kota dan 31 provinsi. Target rumah yang didata sebanyak 1.928.955.Kegiatan GCS yang dipusatkan di Kota Surabaya, Jawa Timur, berlangsung di Balai Kota. Hadir dalam apel siaga petugas PPDP, Ketua KPU RI Arief Budiman, Ketua dan Wakil Ketua Komisi II DPR Zainudin Amali dan Fandi Utomo, Ketua DKPP Harjono, Anggota Bawaslu Mochammad Afifudin, Ketua Ombudsman Amzulian Rifai, serta Ketua Komnas Ham Ahmad Taufan Damanik, Walikota Surabaya Tri Rismaharini.Dalam arahannya di hadapan petugas PPDP, Ketua KPU Arief Budiman mengatakan, Gerakan Coklit Serentak ini untuk mengingatkan kepada seluruh pihak untuk dapat berpartisipasi dalam proses ini."Ini mengingatkan bukan hanya penyelenggara, tapi juga kepada pemilih bahwa anda bisa mengecek. Juga kepada stakeholder, untuk memastikan bahwa yang kita kerjakan sekarang tidak ada regulasi yang dilanggar," 'ungkap Arief.Arief juga menegaskan kepada seluruh PPDP, agar bekerja secara teliti dan memastikan agar daftar pemilih tersusun dengan baik, sehingga hak pilih masyarakat dalam Pilkada tahun 2018, khususnya di Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa timur dapat terakomodir."Pekerjaan yang dilakukan ini bukan di belakang meja, tapi lapangan. Konfirmasi RT atau RW, tanda centang untuk betul-betul mengecek data, buku yang diberikan bukan buku panduan tapi buku kerja. Selain harus melakukan coklit, anda juga harus mengerjakan dengan teliti," tegasnya.Wakil Ketua Komisi II Fandi Utomo yang juga melakukan pemantauan GCS, mendukung kegiatan yang dilakukan oleh KPU. Ini penting, karena untuk memastikan hak pilih masyarakat dapat terjaga."Menyangkut hak pemilih kita harus memastikan hak pilih tidak hilang dan pelaksanaan gerakan coklit serentak secara umum berlangsung dengan baik. Kita akan terus pantau sampai akhir masa tahapan ini," ungkapnya. (ook/Qq/red. FOTO: Ook/humasKPU)

Evi Novida Ginting Memulai Coklit Serentak

Deli Serdang, kpu.go.id - Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Evi Novida Ginting Manik didampingi Anggota Bawaslu RI Fritz Edward Siregar beserta jajaran Sekretariat Daerah (Setda) Deli Serdang, KPU Provinsi dan KPU Kota serta KPU Kab. Deli Serdang bersama-sama menekan  tombol, sebagai tanda dimulainya gerakan pencocokan dan penelitian (coklit) serentak Pemilihan 2018 di Lapangan Desa Klambir, Kec. Haparan Perak Deli Serdang.#KPUmenCoklit